GERINDRA

GERINDRA
Partai Gerakan Indonesia Raya

Selasa, 31 Desember 2013

Potret Petani Indonesia

Petani sengsara pejabat korupsi itulah potret kehidupan di negara Indonesia tercinta ini. Petani bagai kan mesin negara yang selalu hidup untuk memajukan negaranya, tapi kenapa kehidupan petani di indonesia masih banyak yang belum sejahtera alias miskin?? 
Sedangkan pejabat di indonesia ini kehidupannya bisa dibilang selalu mewah, dan masih banyak para pejabat mementingkan kehidupannya sendiri tanpa mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan masih banyak para pejabat yang korupsi demi mendapatkan kepuasan duniawi. Meskipun hanya sedikit penjabat negara Indonesia ini yang tidak korupsi atau yang jujur. 
Sangat memprihatikan negara kita ini. 
Para pejabat pemerintah seharusnya bisa memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya (petani) bukan menyengsarakan rakyatnya (petani) sendiri. Tanpa rakyat (petani) sebuah negara tidak akan bisa berkembang dan maju. 
Nah, sekarang para pejabat Negara cobalah kalau mau buka matamu dan lihat kebawah masih banyak rakyat (petani)mu yang hidup dengan kesengsaraan dan kemiskinan jangan pikirkan kesenanganmu sendri ingatlah hukum Allah Swt itu berlaku.

Potret Nelayan Kita

Sebuah aktifitas sehari-sehari para nelayan Bulu, Tuban.
Mencari sesuap nasi dengan menantang badai, menyingkirkan takut berteman bahaya.

Kameramen : Armita Tika
Editor : Hisyam Nur



Potret Puskesmas Indonesia Saat Ini

Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) selama ini dianggap tak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan pengobatan, tetapi juga sebagai pusat pencegahan penyakit, khususnya di daerah terpencil. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya puskesmas dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

dr Fikri Suadu, Direktur Eksekutif Indonesian Hospital and Clinic Watch (INHOTCH), dalam diskusi reguler yang diselenggarakan di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, Senin (30/12/2013), mengungkapkan beberapa data Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) tahun 2011 terkait keberadaan fasilitas di puskesmas.

"Dari total 9.005 puskesmas seluruh Indonesia, 12,7 persen tak punya stetoskop; 13,6 tak punya tensimeter; 6,1 persen tak punya timbangan dewasa; dan bahkan 55 persen tak punya alat imunisasi lengkap," tutur dr Fikri.

Ia sangat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan infrastruktur di tingkat pelayanan kesehatan. Hal ini pulalah yang kemudian membuat INHOTCH ragu akan keberhasilan BPJS Kesehatan, yang rencananya akan dimulai pada 1 Januari 2014 mendatang.

"17,7 Persen Puskesmas juga belum ada listrik 24 jam. Kalau begini adanya jadi bagaimana BPJS pelayanannya bisa prima? Ini bahaya," terang dr Fikri.

Infrastruktur fasilitas kesehatan, termasuk fasilitas yang ada di puskesmas, menurut dr Fikri menggambarkan masih buruknya kondisi kesehatan di Indonesia. Diharapkan pada periode kepemimpinan selanjutnya, kesehatan bisa lebih diprioritaskan.

"Soalnya ya kan kalau berkaca pada Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan 'mencerdaskan kehidupan bangsa', mustahil bisa terwujud kalau masyarakatnya sakit-sakitan dan pelayanan kesehatannya belum prima," terang dr Fikri.

(ajg/vit

Jujur = Langka di Negeri Ini ?

Langka? jujur itu langka? yup. Langka. Sifat langka yang dimiliki orang Indonesia. Dan kejujuran memang benar-benar langka dalam bidang apapun. Mulai dari hukum, pendidikan hingga hal-hal kecil. Kenapa selogan KPK : Berani Jujur Itu Hebat! , tidak berpengaruh dan mengingatkan? Kalau membahas soal “Jujur” bisa jadi novel kali ya pembahasannya.
Jujur? Kenapa sih kita harus jujur? memang kalau kita nggak jujur itu kenapa dan mengapa?

Jujur memiliki banyak kelebihan dan keuntungan bagi pelaksananya. Jujur adalah jalan yang selalu mulia dihadapan-NYA. Jujur menjadi hal langka dibuktikan dengan banyak hal : Generasi pecontek yang semakin berkembang, koruptor yang kabarnya masih ada terus, sistem perdagangan yang banyak kurang jujurnya, buang sampah sembarangan, Menyerobot antrean, Melanggar aturan lalu lintas? dan masih banyak lagi. Apakah ini yang akan terus terjadi kedepannya untuk Indonesia? kenapa jujur harus menjadi barang langka di Negeri ini? Padahal negeri ini butuh orang-orang jujur untuk menjaga dan mengatur. Jika generasi penerus saja sudah menanam sifat bohong, bagaimana nasib Indonesia kedepannya jika Indonesia kekurangan aset berharga : Anak-anak bangsa yang jujur. Seperti kalimat ini berbicara bahwa : “Anak muda berani jujur? Hebat!” Hebat sih hebat. Tapi jika contek masal saat ujian masih terus berlanjut. Sifat bohong yang terus berkembang bersama waktu yang berjalan ya harus bagaimana? Ada tindakan khusus tidak?

Jujur adalah langkah awal menuju kesejahteraan, kemakmuran, kebahagiaan, kedamaian dan sebagainya. Orang jujur nggak akan pernah rugi! Meski terkadang (dan itu jarang banget) kejujuran kalah dengan kebohongan. Dimata tuhan jujur tetap mulia. Lagian, dengan jujur kita bisa mendapat 3 hal ini loh : Kepercayaan, Cinta dan Rasa hormat (Sayidina Ali) . Menanamkan sifat jujur dalam diri sendiri itu baik. Tapi jaga juga, jangan sampai yang ditanam (kejujuran) landas seketika ketika syetan berbisik. Orang bohong pasti rugi. Kebohongannya akan terungkap seiring kehendak tuhan dan berjalannya waktu. Nggak percaya? buktiin aja!

“Jujur, kadang memang tak selalu dapat dimengerti. Itulah sebabnya mengapa seseorang lebih banyak memilih untuk berbohong” - unknown. Jujur juga butuh perjuangan. Jangan karena hal-hal kecil yang mengajak kita untuk berbohong sekali saja. Maka hal kecil itu adalah bencana. Bencana karena berhasil membuat langkah awal bahwa kita akan terus berbohong untuk menutupi kesalahan sebelumnya.

Disaat pemerintah, pendidik, pengabdi, pelajar dan yang lainnya tak memiliki sifat jujur. Sebagian dari mereka yang sengaja dan membiarkan benih bencana itu muncul keatas adalah kunci dari kerusuhan negara ini. Gimana nggak rusuh. Pemerintah nggak jujur? korupsi? rusuh negara ini. Pendidik ngga jujur? hilanglah emas dan bintang dalam diri anak didiknya. Pengabdi nggak jujur? hancurlah negara ini. Pelajar nggak jujur? hilanglah nyawa negara ini. Masa’ generasi penerus tidak memiliki sifat jujur dalam dirinya? mau dikemanakan jika jantung negara ini (masyarakat) tidak memiliki sifat jujur. Sama saja nyawa negara ini hilang ditelan dunia kebohongan. Jangan sampai.
Negara mau maju, sukses dan gemilang? tinggikan nilai kejujuran dalam diri masing-masing. Jangan takut jika kejujuran ditentang. Yang menentang akan tahu akibatnya nanti.

So, mungkin cukup sekian soal jujurnya. Lestarikan budaya jujur di Indonesia. Jangan sampai puhan seperti flora dan fauna kebanyakan di Negeri ini. Negara kita seharusnya menjadi negara bersih. Yang disalahkan saat indonesia sedang sakit dan berdebu ini siapa? yuk. Junjung kejujuran lebih tinggi lagi. Wujudkan Indonesia bersih dari hal-hal tidak menyenangkan! Dengan jujur kita bisa menghapuskan korupsi! dengan jujur kita bisa saling memahami. Oke! Salam Pena!
Karawang , 14 mei 13
Contact : @Fathia_TS (twitter) / Email : fathiyasyafigah[at]yahoo.co.id

Fadli Zon: Mari Menyongsong Tahun Perubahan

Tahun 2014 adalah momentum perubahan. Nasib rakyat lima tahun mendatang ditentukan pada Pileg dan Pilpres. Kebijakan ekonomi dan politik menjadi sorotan. Apakah tetap mempertahankan sistem ekonomi liberal yang menjerat leher bangsa, atau perubahan menuju ekonomi kerakyatan sesuai nafas konstitusi.
"Perekonomian kita sampai akhir 2013 cukup bahaya. Januari-Oktober 2013, defisit perdagangan minyak mentah mencapai $ 2,8 miliar. Neraca perdagangan yang surplus selama puluhan tahun, pada Januari-Juli 2013 defisit $ 5,65 miliar, padahal pada krisis ekonomi 1997-1998 saja neraca tetap surplus. Utang luar negeri semakin besar, meningkat dari $ 225,3 miliar di 2011, menjadi $ 252,3 miliar di 2012, serta $ 259,9 milyar di akhir September 2013," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon dalam rilisnya kepada Tribunnews.com, Senin (30/12/2013).

Dijelaskan, menurut Global Food Security Index 2012, Indeks Keamanan Pangan berada di urutan ke-64 dari 105 negara. Jauh di bawah Malaysia (ke-33), Thailand (ke-45), Vietnam (ke-55), Filipina (ke-55). Perburuan rente di balik kebijakan impor pangan masih marak terjadi.

Perbaikan struktur perekonomian, Fadli Zon berharap, harus memperkuat daya tahan agar tak tergantung eksternal dan meningkatkan daya saing. Dengan kekayaan sumber daya alam dan jumlah penduduk besar, Indonesia perlu kepemimpinan kuat dan benar untuk menghadapi tantangan global.

"Saatnya merubah haluan sebelum terlambat. Kita butuh pemimpin baru untuk haluan yang benar agar terwujud Indonesia Raya yang sejahtera, makmur, dan adil. Partai Gerindra bersama rakyat optimis menghela perubahan itu. Selamat Tahun Baru 2014. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi," pungkas Fadli Zon.

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/30/fadli-zon-mari-menyongsong-tahun-perubahan

Jumat, 27 Desember 2013

Pelantikan Pelatih dan Koordinator Saksi Gerindra

Sahabat, pekan lalu Bapak Prabowo melepas keberangkatan ribuan pelatih dan koordinator saksi Partai Gerakan Indonesia Raya.

Insya Allah, dengan kerja keras dan kerja cerdas para pejuang politik Gerindra, kita mampu amankan seluruh TPS di Pemilu 2014 mendatang dari usaha para Kurawa untuk berbuat curang. Jika saudara terpanggil untuk bergabung, silakan saudara klik www.JaringanGerindra.com.



Kamis, 26 Desember 2013

Prabowo: What guarantees do people want from me?

Prabowo: What guarantees do people want from me?


Why do you feel you are fit to be president?
After 68 years of independence, 32 years under the New Order and 16 years of reformasi, Indonesia seems to be stuck in the wrong system. We have not become a productive nation, but a consumptive one. In fact, we have been neglecting the farmers, who have contributed most to Indonesia. They have been made unwilling to produce. We import our onions, cassava, salted fish, salt, even though two-thirds of our territory covers the sea. This is an insult, shameful. And I want to change this.

Could this system be attributed to the SBY government?
Oh, no. It was already like that during the middle of the New Order. This is the mistake of all of us. But the New Order, which many consider to be bad, banned the export of logs. After the onset of reforms and a free market system, logs were allowed to be exported. Before, all exports of rattan were banned, as well as their processing. All natural resources are now controlled by the elite and foreigners.

You yourself own timber and coal companies.
Yes, that's right. That's because if I'm not involved, all of it will be taken over by foreigners. If I take some over, they will be owned by an Indonesian.


Are you anti-foreigner?
I am not against foreigners. I am a product of a foreign [system] but what I accept from the West is life, liberty and the pursuit of happiness. If white people can own such values why not Indonesians? Why can't we have clean water? Why are people's savings in the banks being channeled out for loans to build malls? And everybody keeps quiet about it. I am not against foreigners. I always tell my staff to learn from foreigners. When I was still active [in the military], I was the only officer who sent many of his staff [to study] overseas.

If you were to become president, what would you do?
The amended Constitution has given the executive branch immense powers. So, if there are cases of taking sides, we must correct that. Take, for example, [the case of] fertilizer. The factories are built with state money, people's money. But each year, the APBN (State Budget) subsidizes fertilizer and its production. But who distributes fertilizer? The private sector. Is that fair? Does that make sense? Those subsidies don't reach the farmers. This is unjust and this applies to all commodities. This is state robbery which benefits only a few people. I think the problem is this neoliberal system, comprising deregulation and privatization.


So, how do you see the role of the private sector?
I'm a practical person. Why can't we emulate those who have succeeded, like Singapore, Malaysia, Thailand, Japan, China and Taiwan? Why aren't we copying Korea Inc, Singapore Inc, Japan Inc? We shouldn't have the private sector, state-owned enterprises and cooperatives compete against each other. We must synergize, but not sacrifice our own strengths.

At the start of the New Order, it was like that. Bung Karno was like that. But the West doesn't like government rule and dominant state-owned companies. In China, who are in front? State-owned enterprises.

How long will it take us to reach that stage?
The fertilizer problem should just be a matter of paperwork by the Trade Minister, right? All products must be channeled through cooperatives. So, that's the kind of taking sides we need. Today, small and medium businesses need bank loans but they must go through the same criteria as the tycoons. How can people who have nothing get credit?

What are your views on corruption?
Corruption is a disease that can destroy the nation. A regime that cannot control corruption will become a failed state. We must cure the source of the problem. By my calculation, Indonesia has 50,000 to 60,000 government officials from the president to the vice president, 35 ministers and deputy ministers, five directors-general, legislators, district chiefs and down to subdistrict chiefs. If their cost of living was to be guaranteed, I am quite optimistic corruption will decline.

Yet a Constitutional Court judge earning a monthly salary of Rp200 million was found accepting bribes.
My meaning is to have a systemic approach. If the bureaucrat's quality of life is raised, violations will become taboo.

What about human rights?
That is very important. Life, liberty and the pursuit of happiness should be, in my view, the principal. The top [priority] should be the right to live. We must look at human rights in a holistic way, not just the way it's interpreted by the West. The most basic right is that every child must have a tenable life, able to eat. Whoever governs, must guarantee that right.

If you become president, will you prioritize solving Munir's murder?
Why only Munir? I think we should improve our legal system and let the law solve the case.

What do you mean?
It must be resolved through legal channels. But how can you raise the Munir case without resolving other cases like Mesuji? Have you taken up the case of farmers who were evicted from their lands?
We have. Tempo has written extensively on the Mesuji case.
Well, that's good.

What is your commitment towards democracy, for example in facing a noisy opposition, a free media and activists?
I find your question quite strange. My commitment to what? What guarantees do people want from me? I have proven my commitment to the UUD (Constitution). If you recall that in 1968, I led 34 battalions. Physically, I was the strongest in Indonesia. I was accused of planning a coup, so I was fired by the President, but I obeyed him without protest. That meant I proved my commitment to the UUD. For me, it's an oath.

So, you will not muzzle the opposition?
Activists and those who regarded me as part of the New Order regime said I was militaristic, fascist, blah blah blah. Today, pro-democracy activists are members of Gerindra, holding significant positions. They are chairmen, candidates [for office] in strategic regions. The son of an OPM (Free Papua Movement) member is part of Gerindra, as well as the son of [late rebel] Kartosoewirjo.


You are firm but your temper is legendary. Is it true you used to smash handphones when you were mad?
In the biographies of CEOs and generals, don't they ever get angry?
Are you saying, it's typical of you?

Look, I used to lead combat units. I called my troops tigers. We trained them to be predators. Imagine if I had been weak. There's a saying: 1,000 tigers led by a goat would all be bleating. (Prabowo repeated his reply during the interview at his home, saying it in an effeminate way that caused his staff to burst out laughing.)

So you are ferocious not because of your military background?
Being a military leader is both easy and hard. The men have weapons. If I misled them, what would happen to them in the jungle? How many leaders lost their subordinates? [That happened] with the Americans in Vietnam. So, in leading an army, we must really lead from the front. In the TNI (Indonesian Military), the troops hate commanders who steal, who are corrupt or who are cowards.

http://en.tempo.co/read/news/2013/10/30/241525731/Prabowo-What-guarantees-do-people-want-from-me

The Vision Thing

Selasa, 24 Desember 2013

GerindraTV

KLIK DISINI Untk melihat GerindraTV

Prabowo ingin bangsa Indonesia bangkit kembali menjadi Macan Asia. Menjadi bangsa yang berwibawa dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang bersih, kuat, tangguh, aman, bermartabat dan berdikari.

Nasib suatu bangsa banyak ditentukan oleh siapa pemimpinnya. Oleh karena itu kami Kader Muda Partai Gerindra menciptakan lagu dan video klip ini. Kami ingin mengajak segenap bangsa Indonesia, untuk turut mendukung seorang pemimpin yang tegas, pemimpin yang memiliki visi jelas untuk bangsa Indonesia yakni Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Mari kita sama-sama serukan: Prabowo Pilihanku, Prabowo Presidenku!

LIRIK LAGU PRABOWO PILIHANKU, PRABOWO PRESIDENKU!

Mentari bersinar di Timur bangkitkan gairahnya.
Dia hadir di tengah kita bagaikan Garuda.
Kembalikan Indonesia jadi Macan Asia.

Bumi persadapun tak sabar menantinya.
Dari Papua ke Aceh mengharapkan dia.
Kharisma kelembutannya: Berwibawa, penuh kepastian.

Prabowo, pilihan kami!
Prabowo, idola kami!
Prabowo, pimpinan kami!
Prabowo, presiden kami!

Cuma satu presidenku.
Ia berwibawa. Penuh kepastian. Prabowo!
Bumi persadapun tak sabar menanti nantinya.
Dari Papua ke Aceh mengharapkan dia, untuk jadi presidenku. Prabowo!
Presidenku... Prabowo...!

Bumi persadapun tak sabar menantinya.
Dari Papua ke Aceh mengharapkan dia.
Kharisma kelembutannya: Berwibawa, penuh kepastian.

Prabowo, pilihan kami!
Prabowo, idola kami!
Prabowo, pimpinan kami!
Prabowo, presiden kami!

Kau, pilihanku. Gerindra!
Kau, harapanku. Hurray!
Kau, pimpinanku. Prabowo!
(Bagaikan burung Garuda, berani menerjang awan langit kelabu)
Kau, presidenku!

Kau, pilihanku!
Kau, presidenku!

Prabowo!

Menjawab Tantangan Utama Bangsa Indonesia

Pada presentasi ini, Prabowo memaparkan kondisi bangsa Indonesia saat ini, dan kiat beliau dalam menjawab empat tantangan utama yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa Indonesia selama 20 tahun kedepan. Presentasi ini dibawakan pada acara seminar internasional yang diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta oleh Asosiasi Dosen Indonesia. Acara ini dihadiri lebih dari 500 dosen dan guru besar dari ratusan universitas di Indonesia. 

Gerindra Melarang Pesimis Demi Kemajuan Bangsa

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto berdiskusi dengan perkumpulan perempuan Indonesia. Salah seorang peserta diskusi menyampaikan kepada Prabowo: "Bapak, saya pesimis akan masa depan bangsa Indonesia. Setiap saya membaca koran, menonton televisi, saya semakin pesimis." Prabowo menjawab, bahwa kita tidak boleh pesimis akan masa depan Indonesia. Kalau bukan kita yang berjuang untuk merobah nasib bangsa kita sendiri, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Gerindra Bertekad Bulat Habisi Koruptor

Partai Gerindra adalah alat untuk menghabisi koruptor, komprador, pengkhianat bangsa. Mari kita berjuang bersama Partai Gerindra untuk habisi koruptor, mendukung KPK dan instansi terkait untuk terus melakukan pemberantasan dan penegakan hukum yang tegas kepada koruptor!

Minggu, 22 Desember 2013

Kupas Tuntas Sosok Prabowo


Mengenal Sosok Prabowo Sang Jendral Terbuang bersama Kultwit @PartaiSocMed sebagai berikut.

Silahkan klik setiap keterangan gambar. Urut dari gambar pertama sampai dengan ketiga.

 

Jangan Golput !

Prabowo Subianto: Ada yang mengatakan malas dengan politik dan ada pula yang mengatakan politik itu kotor. Kemudian saya tanya, kalau memang kotor apa memang dibiarkan begitu saja? Kalau semua orang baik diam, maka yang berkuasa adalah orang yang tidak baik.

Pemilu 2014 adalah Perang Kemerdekaan Jilid Kedua. Musuh kita adalah orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencegah Indonesia memiliki pemimpin yang berani, bersih dan mau berjuang membawa perubahan bagi bangsa. Oleh karena itu kita tidak boleh apatis karena kita turut menentukan masa depan bangsa. #JanganGolput


Membangun Desa Program Unggulan Gerindra

Membangun Desa Sesuai Kebutuhan

Program 1 milyar per desa per tahun yang digagas partai Gerindra dilatarbelakangi pentingnya pemerataan pembangunan di desa dan pemberdayaan masyarakat desa sebagai ujung tombak penggerak perekonomian rakyat Indonesia.

Secara teknis alokasi anggaran tersebut akan ditentukan dalam musyawarah desa, sehingga masyarakat ikut terlibat langsung dalam pembangunan dan bertanggung jawab dalam penggunaan dana tersebut sesuai kebutuhan setiap desa seperti jembatan, jalan, irigasi dan lain sebagainya.

Piwulang Kautaman

 AJARAN KEBAJIKAN (PIWULANG KAUTAMAN)


Falsafah Ajaran Hidup Jawa memiliki tiga aras dasar utama. Yaitu: aras sadar ber-Tuhan, aras kesadaran semesta dan aras keberadaban manusia. Aras keberadaban manusia implementasinya dalam ujud budi pekerti luhur… Maka di dalam Falsafah Ajaran Hidup Jawa ada ajaran keutamaan hidup yang diistilahkan dalam bahasa Jawa sebagai piwulang (wewarah) kautaman…
Secara alamiah manusia sudah terbekali kemampuan untuk membedakan perbuatan benar dan salah serta perbuatan baik dan buruk. Maka peranan Piwulang Kautaman adalah upaya pembelajaran untuk mempertajam kemampuan tersebut serta mengajarkan kepada manusia untuk selalu memilih perbuatan yang benar dan baik menjauhi yang salah dan buruk.
Namun demikian, pemilihan yang benar dan baik saja tidaklah cukup untuk memandu setiap individu dalam berintegrasi dalam kehidupan bersama atau bermasyarakat….
 

Oleh karena itu, dalam Piwulang Kautaman juga diajarkan pengenalan budi luhur dan budi asor dimana pilihan manusia hendaknya kepada budi luhur. Dengan demikian setiap individu atau person menjadi terpandu untuk selalu menjalani hidup bermasyarakat secara benar, baik dan pener (tepat, pas).
Cukup banyak piwulang kautaman dalam ajaran hidup cara Jawa. Ada yang berupa tembang-tembang sebagaimana Wulangreh, Wedhatama, Tripama, dll. Ada pula yang berupa sesanti atau unen-unen yang mengandung pengertian luas dan mendalam tentang makna budi luhur.
Misalnya : tepo seliro dan mulat sariro, mikul dhuwur mendhem jero, dan alon-alon waton kelakon….
Filosofi yang ada dibalik kalimat sesanti atau unen-unen tersebut tidak cukup sekedar dipahami dengan menterjemahkan makna kata-kata dalam kalimat tersebut.
 

Oleh karena itu sering terjadi ”salah mengerti” dari para pihak yang bukan Jawa… Juga oleh kebanyakan orang Jawa sendiri. Akibatnya ada anggapan bahwa sesanti dan unen-unen Jawa sebagai anti-logis atau dianggap bertentangan dengan logika umum. Akibat selanjutnya berupa kemalasan orang Jawa sendiri untuk mendalami makna sesanti dan unen-unen yang ada pada khasanah budaya dan peradabannya…..
Namun kemudian, sesanti dan unen-unen tersebut dijadikan olok-olok dalam kehidupan masyarakat.
 

Mulat sariro dan tepo seliro diartikan bahwa Jawa sangat toleran dengan perbuatan KKN yang dilakukan kerabat dan golongannya.
Mikul dhuwur mendhem jero dimaknai untuk tidak mengadili orangtua dan pemimpin yang bersalah.
 

Alon-alon waton kelakon dianggap mengajarkan kemalasan.
Padahal ajaran sesungguhnya dari sesanti dan unen-unen tersebut adalah pembekalan watak bagi setiap individu untuk hidup bersama atau bermasyarakat. Tujuan utamanya adalah terbangunnya kehidupan bersama yang rukun, damai dan sejahtera. Bukan sebagai dalil pembenar perbuatan salah, buruk dan tergolong budi asor. Makna dari mulat sariro dan tepo seliro adalah untuk selalu mengoperasionalkan roso pangroso dalam bergaul dengan orang lain.
 

Mulat sariro, mengajarkan untuk selalu instropeksi akan diri sendiri.”Aku ini apa? Aku ini siapa? Aku ini akan kemana? Aku ini mengapa ada?” Kesadaran untuk selalu instropeksi pada diri sendiri akan melahirkan watak tepo seliro, berempati secara terus menerus kepada sesama umat manusia. Kebebasan individu akan berakhir ketika individu yang lain juga berkehendak atau merasa bebas. Maka pemahaman mulat sariro dan tepo seliro merupakan bekal kepada setiap individu yang mencitakan kebebasan dalam hidup bersama-sama.

Mikul dhuwur mendhem jero, meskipun dimaksudkan untuk selalu menghormat kepada orangtua dan pemimpin, namun tidak membutakan diri untuk menilai perbuatan orangtua dan pemimpin. Karena yang tua dan pemimpin juga memiliki kewajiban yang sama untuk selalu melakukan perbuatan yang benar, baik dan pener. Justru yang tua dan pemimpin dituntut ”lebih” dalam mengaktualisasikan budi pekerti luhur. Orangtua yang tidak memiliki budi luhur disebut tuwa tuwas lir sepah samun. Orangtua yang tidak ada guna dan makna sehingga tidak pantas ditauladani. Pemimpin yang tidak memiliki budi luhur juga bukan pemimpin.


Alon-alon waton kelakon, bukan ajaran untuk bermalas-malasan. Namun merupakan ajaran untuk selalu mengoperasionalkan watak sabar, setia kepada cita-cita sambil menyadari akan kapasitas diri.
Contoh yang mudah dipahami ada dalam dunia pendidikan tinggi. Normatif setiap mahasiswa untuk bisa menyelesaikan kuliah Strata I dibutuhkan waktu 8 semester. Namun kapasitas setiap mahasiswa tidaklah sama. Hanya sedikit yang memiliki kemampuan untuk selesai kuliah 8 semester tersebut. Sedikit pula yang prestasinya cum-laude dan memuaskan. Rata-rata biasa dan selesai kuliah lebih dari 8 semester. Dengan mengoperasionalkan ajaran alon-alon waton kelakon, maka mahasiswa yang kapasitas kemampuannya biasa-biasa akan selesai kuliah juga meskipun melebihi target waktu 8 semester.
 

Makna positifnya mengajarkan kesabaran dan tidak putus asa ketika dirinya tidak bisa seperti yang lain. Landasan falsafahnya, hidup bukanlah kompetisi tetapi lebih mengutamakan kebersamaan.
 

Banyak pula kita ketemukan Piwulang Kautaman yang berupa nasehat atau pitutur yang jelas paparannya. Sebagai contoh adalah sebagai berikut :
“Ing samubarang gawe ojo sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambikalane sing ora biso dinugo tumibane. Jer koyo unine pepenget, “menowo manungso iku pancen wajib ihtiyar, nanging pepesthene dumunung ing astane Pangeran Kang Moho Wikan”.
Mulo ora samesthine yen manungso iku nyumurupi bab-bab sing durung kelakon. Saupomo nyumurupono, prayugo ojo diblakakake wong liyo, awit temahane mung bakal murihake bilahi.
Terjemahannya:
“Dalam setiap perbuatan hendaknya jangan sok berani memastikan, sebab banyak sambikolo (halangan) yang tidak bisa diramal datangnya pada “perjalanan hidup” (lelakon) manusia.
Sebagaimana disebut dalam kalimat peringatan “bahwa manusia itu memang wajib berihtiar, namun kepastian berada pada kekuasaan Tuhan Allah swt Yang Maha Mengetahui”.
 

Maka sesungguhnya manusia itu tidak semestinya mengetahui sesuatu yang belum terjadi. Seandainya mengetahui (kejadian yang akan datang), kurang baik kalau diberitahukan kepada orang lain, karena akan mendatangkan bencana (bilahi).”
Piwulang Kautaman memiliki aras kuat pada kesadaran ber-Tuhan. Maka sebagaimana pitutur diatas, ditabukan mencampuri “hak prerogatif Tuhan Allah swt” dalam menentukan dan memastikan kejadian yang belum terjadi.

Selamat Hari Ibu

Ibuku luar biasa, dia sangat berbeda denganku. 
Setiap jumpa dan kemudian berpisah dengannya ibuku selalu berkata, 
“Maaf, ibu tidak bisa memberi apa-apa kecuali doa.” 
Ucapan itu terkadang menamparku. Ibuku yang sudah begitu banyak memberi pengorbanan, perhatian dan rasa cinta yang tiada tara masih berkata “maaf ibu tidak bisa memberi apa-apa”. 
Sementara aku, hanya cium tangan, memberi rupiah yang tak lebih dari 10 persen penghasilanku sudah merasa menjadi anak yang berbakti. Ibuku tak merasa banyak berbuat kepadaku padahal kebaikan kepadaku amat sulit untuk dihitung. Sementara aku sudah merasa menjadi anak yang taat dan hebat hanya dengan sekelumit kebaikanku. 
Oh, betapa mulianya ibuku dan betapa naifnya diriku… 
Bila aku sakit, ibuku rela menempuh perjalanan ratusan kilometer dan menyeberangi lautan hanya sekedar ingin menciumku. 
Sementara bila ibuku sakit, aku hanya mengangkat telepon untuk berkata, “Maaf, aku belum bisa menemani ibu.” 
Oh, betapa bedanya aku dengan ibuku. Ia segera meninggalkan semua kesibukannya hanya untuk jumpa dengan anaknya yang sakit. Sementara aku selalu beralasan sibuk untuk bisa menemaninya saat ia berbaring lemah karena sakitnya. 
Saat aku sekolah dan kuliah, ibuku rela datang meminjam hutang walau mungkin mendapat cacian dari yang punya uang. 
Tetapi kini aku tega-teganya berkata, “Maaf ibu, belum bisa banyak membantu, aku masih harus mengembangkan bisnis dan keluargaku.” 
Saat seperti itu ibuku hanya berkata, “Ibu bahagia bila melihat kamu dan keluargamu bahagia. Ibu tak minta apa-apa darimu kecuali doa usai sholatmu.” 
Oh ibu, aku semakin malu… 
Sebelum tidur aku menangis, betapa baktiku kepada ibuku belum seberapa. Dalam pelukan istriku, kukirimkan doa untuk ibuku, “Ya Allah jaga ibuku. Muliakan ibuku. Beri ia tempat terhormat di dunia dan berikan ia mahkota terindah di surga-Mu kelak.” 
Ah, betapa hinanya aku, karena hanya bisa menangis dan mengirimkan doa di usiaku yang semakin tua…

6 Program Aksi Partai Gerindra

6 Program Aksi Partai Gerindra



KESIRA

Ambulans & Mobil Jenazah KESIRA GERINDRA
(Kesehatan Indonesia Raya)
Mobil Ambulans dan Mobil Jenasah Gratis Gerindra sudah hadir di:
Aceh | Sumatera Utara | Sumatera Selatan | DKI Jakarta | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | DI Yogyakarta | Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Timur | Gorontalo | Sulawesi Utara | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Maluku | Papua


Ambulans Gerindra di Aceh
DPC Kab. Bener Meriah
Jl. Simpang Tiga- Pante Raya, Kampung Blang Setang, Kec. Bukit
Telepon: Marianto - 0813 6213 3207

DPC Kab. Aceh Tenggara
Jln. A Yani No 38 Pulo Kemiri, Kec. Babusalam
Telepon: Habib Siswandi A.Mk - 0852 13222 672

DPC Kab. Aceh Singkil
Jl. Supratman No.90 Rimo Kec. Gunung Meriah
Telepon: Liza Novita, S.Km - 0813 7545 6712

Ambulans Gerindra di Sumatera Utara
DPC Kota Medan
Jl.Mojopahit No 4A, Medan
Telepon: Dr. John R. Simanjuntak - 0811600341

DPC Kota Binjai
Jl. Candra Kirana No 9 Satria Binjai
Telepon: Sitepu - 0813 6122 3331
Telepon: Poster Pasaribu - 0821 6217 0167

DPC Kab. Samosir
Jl Raya Simanindo, Pangururan
Telepon: Melkior Lumban Raja - 0813 9641 5276

DPC Kab. Deli Serdang
Jl. Lubuk Pakam km 23 No 377
Telepon: Ir. M. Micha S Ginting - 0821 640 59119

DPC Kab. Karo
Jl. Veteran No 25 B-C, Kabanjahe
Telepon: Antonius Purba, SE - 0811 6466 49

DPC Kab. Batu Bara
Jl. Perintis Kemerdekaan No 171, Lima Puluh
Telepon: Mahir - 0813 761 88521

DPC Kab. Labuhan Batu Selatan
Jl. Ahmad Yani No 14, Kota Pinang
Telepon: Irham Sahit Hasibuan - 0821 67927 725

DPC Kab. Padang Lawas Utara
Jl. Merdeka No 10, Pasar Gunung Tua
Telepon: Zulpan Sobirin, S.rg - 0821 6500 4588

DPC Kab. Pematang Siantar
Jl.Siatas Barita No 37
Telepon: Indra - 0853 7357 0827

DPC Kab. Toba Samosir
Jl. Sisingamangaraja No 242, Kel Balige
Telepon: Ir. Jonggara Manurung - 0878 925 4002

Ambulans Gerindra di Sumatera Selatan
DPC Kab. Lubuk Linggau
Jln. Jenderal Sudirman No.35, Kel. Lubuk Linggau Ilir
Telepon: Idil Suryadin, Ssos - 0812 782 00776

DPC Kab. Banyuasin
Jln. Letnan H.Nur No.101 B, Kel. Soak Baru,Kec.Sekayu, Kab. Musi Banyuasin
Telepon: Herman Maulana - 0853 80185 888

DPC Kota Palembang
Jln. AKBP Cek Agus Rt 03 Rw 01 No. 274, Kel. Duku, Kec. IT II Kota Palembang
Telepon: Muhammad Syek - 0853 7777 4543

DPC Kab. Ogan Komering Ulu Timur
Jln. Merdeka No.84 Rt 02 Rw 04, Cidawang, Martapura, Kab. Ogan Komering
Telepon: Robin Palinggo - 0853 6827 6017

DPC Kab. Muara Enim
Jln. A.Yani No.41 Kel. Pasar 1, Kec. Muara Enim, Kab. Muara Enim
Telepon: Jumawi - 0852 2451 6240

DPC Kab. Lahat
Jln. RE. Martadinata Komp. Taman Citra Niaga No.09 BDR Agung, Kab. Lahat
Telepon: Rizali - 0813 6776 1830

DPC Kab. Pagar Alam
Jln. Mayjen Harun Sohar Rt 01, Kel. Tumbak Ulas Kec. Pagar Alam Selatan
Telepon: Alpiansya - 0821 7979 2339
Telepon: Komri, SE - 0813 6847 0419

Ambulans Gerindra di DKI Jakarta
DPD DKI Jakarta (Mobil Jenasah)
Jln. Bendungan Hilir Raya no. 118, JAKPUS
Telepon: Alvin Muis - 0878 86535785

DPC Jakarta Barat
Jalan Kedoya Raya RT 03/04 No. 27 I, Kedoya Selatan
Telepon: Hj. Rani Mauliani - 0817 792062

DPC Jakarta Barat (Ambulans dan Mobil Jenasah)
Jalan Kedoya Raya RT 03/04 No. 27 I, Kedoya Selatan
Telepon: Hj. Rani Mauliani - 0817 792062
Telepon: Agus Taufiqurohman - 021 99960992
Telepon: Alvin Muis - Alvin Muis

DPC Jakarta Pusat
Jalan Rawasari Timur Dalam I /No. 11, Jakarta Pusat
Telepon: H. Iman Satria - 0812 1112 763
Telepon: Abdullah Soleh - 0878 8427 9867
Telepon: Romy Pasaribu - 0878 8931 2795

DPC Jakarta Utara
Jalan Yos Sudarso Kav 89, Perkantoran Boulevard Mitra Sunter D/6
Telepon: S Andyka - 0811 1897 750
Telepon: Tunggul - 0813 8205 8052
Telepon: Nur Afendi - 0812 8122 2921

DPC Jakarta Selatan
Jalan Mampang Prapatan XVIII/ 18 B, Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran
Telepon: Siti Fatimah - 0856 7992 087
Telepon: Titik - 0857 7755 2792
Telepon: Sumarwan - 0852 1967 1124

DPC Jakarta Timur
Jalan Kolonel Sugiono Blok O/21, Duren Sawit
Telepon: H. Taufik Hadiawan - 0815 1315 6026
Telepon: Hanafi - 0813 1403 7871
Telepon: Call Center - 021-86610338

Ambulans Gerindra di Banten
DPC Tangerang Selatan
Jln. Suka Mulya Raya No.6 RT 01/09, Ciputat
Telepon: Deni Yuliandi - 021 4070 1777
Telepon: M. Rusli - 0813 1977 1333

DPC Kota Tangerang
JL. Benteng Betawi No.55 Ruko Royal
Telepon: Rohana - 021 9933 8970

DPC Kabupaten Tangerang
JL. Raya STPI Curug No.15A, Pos Bitung, Curug
Telepon: Deni Rachmat - 0812 1020 2867

DPC Kabupaten Serang
JL.Kagungan No.1, Kaloran, Lontar Baru
Telepon: Anton - 0877 7191 0570

DPC Kabupaten Lebak
JL. Jendral Ahmad Yani, Rangkas Bitung
Telepon: Isbat Bahtiar - 0819 1092 7753

DPC Kabupaten Pandeglang
Telepon: Uhadi - 0853 0253 0315

DPC Kabupaten Cilegon
Telepon: M. Muhi - 0878 9764 7027

DPC Kota Serang
Telepon: Hotib - 0877 7100 2532

Ambulans Gerindra di Jawa Barat
DPC Kota Bogor
Jalan Ahmad Yani No. 126, Kota Bogor
Telepon: Jack - 0878 7369 7968
Telepon: Edi Supriadi - 082111205297
Telepon: Sekretariat DPC Kota Bogor - 0813 1101 6301

DPC Kab. Bogor
Jalan Veteran 3 No. 99, Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi
Telepon: Jatnika - 0857 1022 2383
Telepon: Heni - 0856 7902 709
Telepon: Atis Sutisna - 0852 1410 8645
Telepon: Edy Supardi - 0857 8115 7417

DPC Kota Depok
Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok
Telepon: Eko Mardianto - 0856 9566 6519
Telepon: Rezky (Kiki) - 0812 8171 1986
Telepon: Sefry - 087788126720

DPC Kota Bekasi
Graha Marhaban, Jalan Cut Mutiah No. 70, Bekasi Timur
Telepon: Ibnu Hajar Tanjung - 0815 1444 4470
Telepon: Muhamad Dian - 0813 9961 5678
Telepon: Dewi - 0813 8813 4442
Telepon: Androno - 0813 8164 3746

DPC Kabupaten Bekasi
Taman Aster Blok A I No. 107, Desa Telaga Asih
Telepon: Drs.H.Syafruddin Jaluma - 0813 9961 5678
Telepon: Soeyoto, ST - 0816 1978 921
Telepon: Tabrani - 0821 1516 7159
Telepon: Call Center DPC Kabupaten Bekasi - 0838 7875 0075

DPC Kabupaten Purwakarta
Telepon: Soegino - 0852 8448 7998
Telepon: Markum SS.Mpd - 0819 1263 0077
Telepon: Bambang H. - 0877 795 6332

DPC Kabupaten Sumedang
Telepon: Anwar Abdurrochman - 0821 3050 4766
Telepon: dr. Dian N. Latief - 0813 2275 1234

DPC Kabupaten Tasikmalaya
Jln. Raya Timur Cintaraja Singaparna no. 107
Telepon: Asep Mulyadi. AMK - 0852 944 4315
Telepon: H. Kusman M. Hattal - 0812 2004 8958

DPC Kabupaten Bandung Barat
Jl. Raya Gado Bangkong No. 146, Desa Gado, Bangkong
Telepon: Asep Purnama - 0821 27572525
Telepon: Suryamah Hegar. Amk - 0813 2204 5246

DPC Kota Cirebon
Jl. Kesambi Jabang Bayi No. 224,Kesambi Raya,Kota Cirebon
Telepon: Fauzi Agung Nugroho - 0813 8498 2775
Telepon: Wawang Irianto - 0815 603 324

DPC Kota Cimahi
Komplek PERDATAM No. B-10
Telepon: Dr. R.Adj.Irma Indriyani - 0813 944 612 77
Telepon: Tisa Dwinarti AmKL - 0878 2333 7953

DPC Kabupaten Ciamis
Jl. RA. Kartini No.8 RT.03/03, Ciamis
Telepon: Dr. H. Suherman - 0813 1304 8300
Telepon: Achmad Djumali - 0852 2368 1888

DPC Kabupaten Sukabumi
Jl. Raya Karang Hilir No. 66, Karang Tengah
Telepon: Beni Wahyudin - 0858 6300 1015
Telepon: Tjetjep Misbahudin - 0821 266 55422

Ambulans Gerindra di Jawa Tengah
DPC Kab. Jepara
Jln. Let. Jend. Haryono 30 A Bulu, Jepara
Telepon: Ali Ahmad syafi'i - 081228073841
Telepon: Dr. Basyir - 0813 256 860 60

DPC Kab. Pati
Jln. Supriyadi No.65 A, Plangitan
Telepon: Edi Susanto - 081327421404

DPC Kab. Sragen
Ds. Jono Rt 22 Ds Jono Kec. Tamon Sragen
Telepon: Jumardi - 085203966608

DPC Kab. Sukoharjo
Jln. Gatot Subroto No.8, Jetis Sukoharjo
Telepon: Sri Setiyo - 083866824111
Telepon: Tiyok - 0815 6767 6760

DPC Kab. Wonosobo
Jln. Veteran 30 A, Wonosobo
Telepon: Dr. Rm. Okie Hapsoro - 0813 908 92255
Telepon: Milham Fauzi - 081391622808

DPC Kab. Kebumen
Jln. Sarbini No.60, Kebumen
Telepon: Agung Prabowo - 082138208888

DPC Kab. Banyumas
Jln. Pemuda no.6, Purwokerto
Telepon: Widiyanto - 081327149696

DPC Kab. Pemalang
Jln. Lawu II No.5, BTN Cangklik Baru
Telepon: Henky R. Harwido - 087710125444

DPC Kota Tegal
Jln. Gajah Mada No.40
Telepon: H. Hadi Suryanto - 08157766611
Telepon: Bambang Sukirman - 085865786424

DPC Kab. Semarang
Jln. Mayjen Sutoyo 120A, Perum Sebantengan
Telepon: M Rosidin - 0812 2857 6847

DPC Kab. Blora
Jln. A. Yani No. 58, Karang Jati, Blora
Telepon: Teguh. S - 0813 2544 4620

DPC Kab. Klaten
Jln. Pramuka No.35, Klaten
Telepon: Mardjuni, ST - 0857 2742 4007

DPC Kab. Temanggung
Jln. Genie Tentara No.12, Mudal, Temanggung
Telepon: R.G. Eka Purnama - 0896 7233 4977

DPC Kab. Batang
Jln. KH.Wahid Hasyim No.29, Kauman
Telepon: Adi Swasono - 0856 2696 024

DPC Kab. Brebes
JL. Tentara Pelajar No. 9, Kotabaru
Telepon: Pujiharto - 0815 4812 3333

DPC Kab. Wonogiri
Jl. Diponegoro No. 106, Nulusari
Telepon: Suryo Suminto - 0852 2796 4333

DPC Kota Surakarta
Jl. Setiabudi no.101 Mangkuben, Banjarsari
Telepon: Moh. Effendi - 0821 37240707

DPC Kab. Kendal
Jl. Soekarno-Hatta 42A, Kendal
Telepon: Azharuddin - 0813 2578 6000

DPC Kota Semarang
Jln. Mayjend Sutoyo No. 120A, Perum Sebantengan, Ungaran
Telepon: M. Rosidin - 0812 2857 6847

DPC Kab. Grobogan
Jln. Diponogoro No.56, Purwodadi
Telepon: Indriyanto - 0856 4022 9100

DPC Kab. Demak
Ruko Maharani No. 1A Jln. Demak Purwodadi KM 3
Telepon: Suwardi - 0813 26236619

DPC Kab. Kudus
Jln. Bhakti 84, Burikan
Telepon: H. Ma'ruf - 0856 4100 5487
Telepon: Abdul Aziz - 0856 4192 7204

DPC Kab. Rembang
Jln. Yos Sudarso 23 A
Telepon: Bambang - 0852 2920 6192

DPC Kota Magelang
Jln. Kebon Polo No.47, Jawa Tengah
Telepon: Probo Winarti - 0293 555 2220

DPC Kota Pekalongan
Jln. Sulawesi 204, Borgon, Kota Pekalongan
Telepon: Arif Hidayaullah - 0819 03902202

DPC Kab. Tegal
Jln. Arum Indah V Gg. 4 No. 23, Kel. Randugunting
Telepon: H. Hadi Suryanto - 0815 7766 611
Telepon: Bambang Sukirman - 0858 65786 424

DPC Kab. Banjarnegara
Jln. Letjend Soeprapto, Kel. Wangon
Telepon: Budiman, S.Sos - 0812 270 433

DPC Kab. Purbalingga
Jln. Letkol. Isdiman No. 43B, Purbalingga
Telepon: Dwi Hantoro Adi Novita - 0852 2745 1435

DPC Kab. Purworejo
Jln. Mayjend Sutoyo No. 75, Kauman
Telepon: Ir. H. Hamdan Azhari - 0852 2511 8885

DPC Kab. Karanganyar
Jl. Lawu No.33, Karanganyar
Telepon: Sukardi - 0852 936 38321

DPC Kab. Boyolali
Jln. Boyolali - Semarang KM 01, Boyolali
Telepon: Sunaryo Hadi - 0812 258 7451


Ambulans Gerindra di Jawa Timur
DPC Kota Blitar
Jalan Diponegoro No. 17 Blitar
Telepon: Agus Bambang Lusiono - 0852 3629 6345

DPC Sidoarjo
Ruko Surya Inti Permata Juanda, B 19-20 Juanda
Telepon: Meiti Mulyanti - 0812 3524 623
Telepon: Call Center - 031 - 9220 0093

DPC Kota Surabaya
Jl. Gayungsari Barat II/9, Surabaya
Telepon: Yayuk Puji Rahayu - 0812 3034 1637

DPC Kab. Malang
Jl. Raya Sumbermanjingkulon No. 41, Pagak Malang
Telepon: Dwiati Sujiar, Amdkes, SH - 0857 9098 4990

DPC Kab. Lumajang
Telepon: Gatot Sunaryo (Ka. DPC) - 0852 3404 3763

DPC Kab. Bojonegoro
Jln. Lettu Suyitno No.18
Telepon: dr. Benyamin K - 0811318535
Telepon: Kaerudin - 0853 3426 6500
Telepon: Anam Warsito - 0813 3008 8977

DPC Kab. Pasuruan
Jl. Raya Beji No.2 Beji Pasuruan
Telepon: Imron Rosyadi, SH - 0817 5403 406

DPC Kota Batu
Jl. Hasanudin No. 25
Telepon: David Taher - 085755685890

DPC Kab. Kediri
Jl. Pamenang Katang No. 47
Telepon: Yoyon - 0857 0635 3053

DPC Kab. Lamongan
Jl. Mastrip No. 103, Lamongan
Telepon: Lifa Amd Kep - 0813 3180 3337

DPC Kota Probolinggo
Jl. Hayam Wuruk No. 371 B RT 02 RW 02, Kel. Jati, Kec. Mayangan
Telepon: Agus Sugiyadi - 0852 8155 085
Telepon: Abdul Choliq - 0853 3016 3353

DPC Kab. Nganjuk
Jl. Veteran No. 2 C, Kel. Mangundikaran
Telepon: Edi Setiyono Mustofa - 0852 344 10555

Ambulans Gerindra di DI Yogyakarta
DPC Kota Jogjakarta
Jl.Perintis Kemerdekaan No. 19, Umbulharjo
Telepon: Anton Prabu - 0817468202 / 0274-384686

DPC Kab. Bantul
Telepon: Hery Sumardiyanta - 0852 2859 3374
Telepon: Ashari - 0812 2778 337
Telepon: Miska Al-Wafala - 0812 155 3042

DPC Kab. Kulon Progo
Ruko Gawok No. 25, Jalan Veteran Wates
Telepon: R. Tumadi Satria - 0853 2688 2658
Telepon: Muridno - 0812 155 3042

DPC Kab. Gunung Kidul
Jl. Lingkar Utara, Piyaman, Wonosari
Telepon: Ngadiyono - 0819 0426 3434

Ambulans Gerindra di Bali
DPC Kota Denpasar
Telepon: Dr.Made Yanti Indriyani - 0812 3861447

DPC Kabupaten Klungkung
Telepon: I Made Kasta - 0857 37213886

DPC Kabupaten Buleleng
Telepon: Nyoman Ray Yusha - 0811 385 758

DPC Kabupaten Tabanan
Telepon: I Made Pasek Mika Wijaya - 0821 45066 777

Ambulans Gerindra di Nusa Tenggara Barat
DPC Kabupaten Lombok Barat
Telepon: Sobirin - 0817 724 466

DPC Kabupaten Lombok Tengah
Telepon: H. Mudan - 0878 1777 0808

DPC Kabupaten Sumbawa
Telepon: H. Iwan - 0821 4535 9319

DPC Kota Bima
Telepon: Kirman - 0812 4639 9028

Ambulans Gerindra di Nusa Tenggara Timur
DPC Kota Kupang
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Sikka
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Manggarai Barat
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Belu
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Rote Ndao
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Alor
Telepon: Gabriel - 081339000411

DPC Kabupaten Sumba Timur
Telepon: Gabriel - 081339000411

Ambulans Gerindra di Kalimantan Barat
DPC Kabupaten Sanggau
Jln. A.R. Hakim No.41 RT 002/RW 1, Kel. Beringin, Kec. Kapuas
Telepon: Achmad Rochansyah - 0813 4567 1234
Telepon: Salomon Kila Ola - 0813 7757 4338

DPC Kota Singkawang
Jl. Nusantara No.23. Rt.01/02, Kel. Condong, Kec. Singkawang Tengah
Telepon: Tasman, S.Pd - 0852 5254 7978

DPC Kabupaten Kuburaya
Jln. Soekarno Hatta No.002, Sui Raya
Telepon: Budiono - 0812 5988 668
Telepon: H. Yuslah - 0813 5203 8081

DPC Kota Pontianak
Jl. Husain Hamzah No. 114, RT 01/03
Telepon: HM. Harjani SE, Msi - 0812 5712 1212

Ambulans Gerindra di Kalimantan Timur
DPC Kota Samarinda
Telepon: Nuripto - 081350388183

DPC Kota Balikpapan
Telepon: Nuripto - 081350388183

DPC Kota Bontang
Telepon: Nuripto - 081350388183

DPC Kabupaten Kutai Timur
Telepon: Nuripto - 081350388183

DPC Kabupaten Kutai Kartanegara
Telepon: Nuripto - 081350388183

Ambulans Gerindra di Gorontalo
DPC Kabupaten Gorontalo
Jl.Jln. Jend. Ahmad Yani No. 22, Kel. Tenilo
Telepon: Heidy Christa O.T, Amd - 0821 9176 0283
Telepon: Agus Susanto N, SE,M.Si - 0852 4025 6363

DPC Kabupaten Bone Bolango
Desa Tanggilingo, Kecamatan Kabila Bone
Telepon: Rustam Sune - 0852 4068 5403
Telepon: Dedi Usman - 0812 4418 9856

DPC Kabupaten Puhowatu
Dusun Lanahu, Desa Sipatana Kec. Buntulia
Telepon: Sumanar Hakim - 0821 9673 1666

Ambulans Gerindra di Sulawesi Utara
DPC Kota Manado
Jln. Boulevard, Kec. Sario Kota Manado
Telepon: Lidia Rugian,S.Ked - 0853 4008 2129
Telepon: Call Center - 0823 4862 1277

DPC Kabupaten Minahasa Selatan
Telepon: Annie. S. Langi - 0818 08802 2380
Telepon: Nicky Paat - 0853 420 70012

DPC Kabupaten Bolaang Mongondow
Desa Tandu, Kecamatan Lolak
Telepon: Hesky Walelang S.Ked - 0852 5636 5076

Ambulans Gerindra di Sulawesi Selatan
DPC Kabupaten Sinjai
Jln. BoulevJln. Jend Sudirman No. 47 Kab. Sinjai
Telepon: dr. Emmy Kartahara - 0813 5546 0124

DPC Kota Makassar
Jln. Buakana 07 No.6 Rt. 03/04
Telepon: H. Nadham Yusuf - 0813 1573 3777

DPC Kabupaten Bone
Jln. Andi Pangeran Petarani
Telepon: Rani Maharani - 0853 9673 3311

DPC Kabupaten Palopo
Jln. Andi Jemma No.100
Telepon: Syamsul Alam. - 0852 6974 9262

DPC Kabupaten Toraja Utara
Jln. Merdeka No. 1, Rantepao
Telepon: Stephanus - 0813 5598 425

DPC Kabupaten Takalar
Jln. Bandang No. 8
Telepon: Hidayat - 0813 4260 8603

DPC Kabupaten Luwu
Jln. Tidung Sulawesi, Desa Sepong
Telepon: Dr. H. Anton Yahya, M.Sc - 0813 4251 6301

DPC Kabupaten Wajo
Jln. Kipabe 808, Sengkang
Telepon: Drs. Andi Pandu Jaya - 0813 4360 0060

DPC Kabupaten Soppeng
Jln. Kesatria No. 26 A
Telepon: Syarifuddin - 0821 8794 7122

DPC Kabupaten Pinrang
Jln. Bandang no.8
Telepon: Hidayat - 0813 42608 603

Ambulans Gerindra di Sulawesi Tenggara
DPC Kota Kediri
Telepon: Ahmad Rivai Budiman - 081280897907

DPC Kabupaten Muna
Telepon: Ahmad Rivai Budiman - 081280897907

DPC Kabupaten Konawe Utara
Telepon: Ahmad Rivai Budiman - 081280897907

DPC Kabupaten Konawe Utara
Telepon: Ahmad Rivai Budiman - 081280897907

DPC Kota Bau Bau
Telepon: Ahmad Rivai Budiman - 081280897907

Ambulans Gerindra di Maluku
DPC Kota Ambon
Telepon: Madja Rumatiga, SE - 08134329518

DPC Kabupaten Maluku Tengah
Telepon: Madja Rumatiga, SE - 08134329518

DPC kabupaten Maluku Barat
Telepon: Madja Rumatiga, SE - 08134329518

Ambulans Gerindra di Papu
DPC Kota Jayapura
Telepon: Tutik Mauluddiyah - 08114803686

DPC Kabupaten Jayapura
Telepon: Tutik Mauluddiyah - 08114803686

DPC Kabupaten Keerom
Telepon: Tutik Mauluddiyah - 08114803686

Behind Enemy Lines

Mengapa saya menggunakan judul film perang termashur itu. Selain karena film perang adalah hoby, Pemilu 2014 bagi saya dan seluruh kader adalah perang sesungguhnya bagi partai Gerindra, setelah perang pertama tahun 2009.
Dalam perang pertama, kita berebut tempat melawan 34 parpol. Dengan kerja keras dan semangat patriotisme tinggi, Partai Gerindra mampu mengungguli parpol-parpol lain bahkan parpol lawas seperti PBB. Pencapaian yang luar biasa untuk partai baru.
Prestasi Gerindra yang sedemikian itu, jelas menimbulkan perasaan tak nyaman pada 9 parpol peserta Pemilu tahun 2014 mendatang. Apalagi, panglima perang Gerindra Letjen.Purn. Prabowo Subianto menjadi idola baru di seantero pertiwi. Jendral berotak brilian putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu digadang-gadang rakyat Indonesia sebagai penyelamat negeri yang gemah ripah loh jinawi ini dari kebangkrutan.
Tapi harapan masyarakat terkadang berbalik 180 derajat dengan harapan para politikus di negara ini. Meski Prabowo adalah harapan rakyat, bagi para politikus, Prabowo adalah musuh yang harus dihambat. Prabowo harus dijegal agar tak bisa dicalonkan sebagai presiden.
Apakah itu berarti, para politikus tuli terhadap suara mayoritas rakyat? Seperti yang tiap hari kita lihat di layar kaca atau media lain bagi para politikus yang saat ini mendominasi senayan, suara rakyat masih kalah dengan kepentingan partai.
Contohnya, saat rakyat tidak setuju kunjungan keluar negeri, wakil rakyat tetap berkunjung ke luar negeri. Hanya wakil rakyat dari Partai Gerindra yang ‘’ndeso’’ karena tidak diperbolehkan mengikuti kunjungan ke luar negeri. Bagi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, ketidaksetujuan rakyat berarti ketidaksetujuan Partai Gerindra. Duit kunjungan ke luar negeri lebih baik digunakan untuk program ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan.
Prabowo memang keras. Kader yang salah akan ditindak tegas. Pius Lustrilanang salah satu anggota DPR dari Fraksi Gerindra pernah menerima tindakan keras itu. Saat Pius keceplosan omong tentang pembangunan gedung baru DPR, mantan aktivis itu langsung diberi sanksi.
Ketegasan Prabowo Subianto itulah yang melambungkan namanya dan membuat parpol lain nyap-nyapan. Sebenarnya, upaya untuk menjegal Prabowo Subianto sudah lama dilakukan pihak-pihak tertentu. Ada yang dengan cara keras, ada yang dengan cara halus.
Cara halus yang terbaru dan dikembangkan di tengah masyarakat adalah SILAKAN NYOBLOS PARTAI APA SAJA, YANG PENTING PRESIDEN MILIH PRABOWO. 

 

Bagi rakyat jelata yang tinggal dipedesaan, slogan itu seakan-akan mengangkat nama Prabowo Subianto.
Tapi, seluruh kader Gerindra harus waspada. Karena slogan tersebut justru menjegal langkah Prabowo Subianto. Slogan itu sengaja dikembangkan agar rakyat tidak memilih Partai Gerindra di Pemilu 2014. Karena bila Partai Gerindra tidak mampu meraih 20 persen kursi di DPR, maka Prabowo tidak bisa dicalonkan sebagai Presiden Republik Indonesia.
Untuk itu, seluruh kader harus berjuang keras meluruskan slogan sesat yang dikembangkan para musuh. Tegaskan kepada seluruh rakyat ‘’BILA INGIN PRABOWO MENJADI PRESIDEN, 2014 HARUS NYOBLOS GERINDRA’’. Atau COBLOS GERINDRA UNTUK PRABOWO.
Penegasan itu haruslah dikembangkan terus di sertai penjelasannya. Untuk itu kader Gerindra wajib paham proses Pemilu agar bisa menggempur gerakan musuh meski dikawasan yang dikuasai musuh.

Pak Prabowo Umroh

Kamis, 12 Desember 2013 di Baitullah. Saya berdoa kepada Allah SWT untuk kesehatan, kekuatan dan keyakinan demi memimpin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersih, kuat, aman, berwibawa dan berdikari.

Silaturrahmi dengan Presiden Islamic Development Bank

Kemarin sore, 12 Desember 2013, di Jeddah, saya menjawab undangan untuk bersilaturrahmi dengan Presiden Islamic Development Bank Dr. Ahmed Mohammed Ali Al-Madani PhD.

Saya mencoba menyerap ilmu yang beliau miliki, agar suatu hari saya bisa mewujudkan salah satu cita-cita terbesar saya: Mendirikan Bank Tabung Haji. Saya ingin semua WNI yang beragama Islam, dari semua golongan ekonomi, bisa pergi ke Tanah Suci dan menunaikan ibadah haji. Jika Malaysia bisa berhasil lakukan, tentu kita juga harus bisa.

Korupsi Membuat Citra Politik Bertambah Buruk

Fadli Zon: Korupsi Membuat Citra Politik Bertambah Buruk

Munculnya kembali politisi yang dijadikan tersangka kasus korupsi adalah bukti korupsi sudah sistemik. Korupsi bukan lagi kenyataan (fact of life) tapi sudah menjadi jalan hidup (the way of life) praktik politik kita. Tak kenal latar belakang partai, ideologi, agama, etnis, profesi, usia atau gender. Bahkan beberapa kasus korupsi sudah merupakan mega korupsi (grand corruption) yang melibatkan figur-figur politik utama.

Nasib bangsa saat ini salah satunya ada di tangan KPK. Partai Gerindra mengajak publik untuk terus mendukung KPK dalam menuntaskan kasus korupsi yang ada. Jangan sampai KPK berpolitik atau melemah atas tekanan politik manapun.

(Fadli Zon, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra)